GERAM

Karya : Yudha Prawira


Jemari demi jemari perlahan menyatukan diri
Saling tutup saling tindih terasa di sendi
Melayang dengan kecepatan penuh
Yang hampir hampir seperti peluru
Menghantam kokohnya benteng jiwa dengan sungguh sungguh


Seluruh indra bergetar, memanas, memuncak dengan geramnya
Mata, telinga, lidah, hidung, kulit, hati, semuanya
mulai murka
Kami murka dengan keadaan
Yang seenak perut mengacaukan waktu
Kami murka dengan waktu
Yang berlalu tanpa tahu artinya kehidupan
Kami murka dengan kehidupan
Yang selalu dijalani oleh manusia yang merasa mengerti tapi tidak punya pengertian

Ketika manusia mulai mengerti hidup
Langkah pertamanya adalah mencari
Cara menafkahi jiwa
Pada pembangunan yang diagung-agungkan
Berlandaskan kecurangan bertujuan kehancuran
dan berdomisili di kandang para curut

Namun ini hanyalah sepenggal sajak amarah
Ungkapan yang menggerogoti layaknya lintah
Berhati hatilah
Karna sendi  jemari sudah berbunyi
Semakin kokoh Saling tutup saling tindih
menghantam dengan kecepatan penuh
Yang hampir hampir seperti peluru


Palu, 20-05-2014

Comments