Tari "TAU NISASA"
Telah dipentaskan di
Palu & Solo, April 2013
Upacara kematian menjadi satu bagian daur hidup yang memiliki proses ritualisasinya sendiri. Dan sangat dihargai, memiliki ekspektasi sendiri bagi masyarakat Kaili. Penghormatan khusus kepada seseorang yang telah wafat/meninggal. Jika dalam masa berkabung tersebut, ada yan dengan sengaja melakukan aktivitas dilingkungannya maka ia akan mendapatkan bala’ atau hukuman yang diberikan langsung kepada mereka. Menjadi mabunto, dan akan menerima kesakitan pada tubuhnya karena telah melanggar yang telah dititahkan oleh pihak kerajaan. Mereka yang mendapatkan hukuman ini disebut Tau Nisasa yaitu orang-orang yang mendapatkan siksa alam dikarenakan telah melanggar aturan serta ketentuan adat yang berlaku. Mereka akan mengalami transendens pada tubuh mereka, bagian pada tubuh tertentu secara terus menerus kesakitan serasa dirasuki oleh kekuatan jahat. Tau Nisasa akan secara terus menerus merasakan getaran pada tubuh hingga ia bisa disembuhkan oleh denda adat usai masa berkabung atau bisa jadi ia akan meninggal akibat sakit pada tubuhnya tersebut.
Comments
Post a Comment
Tabe !